Perbedaan Penguat Sinyal 4G dan 5G Mana yang Lebih Baik

Perbedaan Penguat Sinyal 4G dan 5G Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Penguat Sinyal 4G dan 5G: Mana yang Lebih Baik?

Saya masih ingat jelas waktu pertama kali dipanggil ke sebuah gedung tinggi di kawasan bisnis Jakarta. Dari luar, gedung itu kelihatan modern banget, kaca bening di mana-mana, lobi besar, pokoknya megah lah. Tapi pas saya turun ke basement buat cek sinyal? Habis, hilang kayak ditelan bumi. Orang-orang di sana sampai harus naik ke lantai atas dulu cuma buat angkat telepon.

Yang bikin lucu, pemilik gedung itu yakin banget solusinya adalah langsung pasang penguat sinyal 5G. Alasannya? Karena 5G kan teknologi paling baru. Jujur aja, dulu saya juga sempat mikir begitu: makin baru, pasti makin bagus. Tapi setelah saya coba beberapa kali di lapangan, ternyata nggak sesimpel itu.


Kenalan Dulu Sama Realita Lapangan

Sinyal 5G memang menjanjikan kecepatan tinggi. Saya pernah nyobain sendiri di kawasan Sudirman, speed test tembus 600 Mbps. Rasanya kayak lagi pakai Wi-Fi kantor premium. Tapi, begitu pindah ke dalam ruangan dengan dinding tebal, kecepatannya langsung jatuh. Bahkan kadang kalah sama 4G yang jalannya lebih konsisten.

Nah, di sinilah saya mulai paham. Performa penguat sinyal itu nggak cuma ditentukan generasi (4G atau 5G), tapi juga kondisi nyata di lokasi. Mulai dari seberapa dekat tower operator, frekuensi apa yang dipakai, sampai jenis perangkat yang digunakan pengguna. Jadi, kalau ada yang nanya ke saya, “Lebih bagus penguat sinyal 4G atau 5G, Mas?” jawaban jujurnya: tergantung kebutuhan dan situasi.


Bedanya Penguat Sinyal 4G dan 5G

Daripada muter-muter, saya coba jabarkan perbedaan paling terasa antara penguat sinyal 4G dan 5G berdasarkan pengalaman saya di lapangan.

1. Jangkauan Area

  • 4G: Hampir semua daerah di Indonesia udah ada coverage-nya. Bahkan di perkebunan sawit, tambang, atau desa terpencil, sinyal 4G biasanya masih bisa ketangkep walau tipis-tipis.

  • 5G: Sampai sekarang masih terbatas di kota besar, itu pun biasanya cuma di titik tertentu kayak mal atau pusat bisnis. Jadi kalau pasang penguat sinyal 5G di lokasi yang tower-nya belum ada, ya sama aja kayak bikin aquarium tanpa ikan.

2. Kecepatan Internet

  • 4G: Stabil buat kerjaan sehari-hari. Biasanya dapat 10–40 Mbps di kota. Buat Zoom, WhatsApp, email, upload dokumen, sudah lebih dari cukup.

  • 5G: Kalau kondisi mendukung, bisa ngebut ratusan Mbps. Cocok buat upload video besar atau aplikasi berat kayak IoT. Tapi masalahnya, kondisi ideal itu jarang terjadi, apalagi indoor.

3. Kompatibilitas Perangkat

  • 4G: Hampir semua smartphone, bahkan yang lama-lama, sudah support. Jadi kalau pasang repeater 4G, hampir semua orang bisa langsung merasakan manfaatnya.

  • 5G: Masih butuh device terbaru. Kalau mayoritas karyawan atau keluarga masih pakai HP 4G, percuma pasang penguat sinyal 5G.

4. Harga Perangkat

  • 4G: Lebih ramah di kantong dan banyak pilihan.

  • 5G: Harganya masih tinggi. Saya pernah bandingkan, selisihnya bisa 2 kali lipat untuk coverage area yang sama.

5. Stabilitas Sinyal

  • 4G: Lebih tahan di kondisi indoor, basement, atau gedung bertembok tebal.

  • 5G: Lebih cepat hilang kalau ada penghalang fisik. Itu sebabnya sinyal 5G sering gampang drop di basement.


Kesalahan yang Pernah Saya Lakukan

Saya cerita jujur ya. Pernah ada satu perusahaan yang maksa pasang penguat sinyal 5G. Katanya biar “future proof.” Akhirnya kita pasang, instalasi beres, sinyal 5G muncul. Tapi sehari-hari? Mereka tetap pakai Wi-Fi dan jaringan 4G karena lebih stabil.

Alhasil perangkat 5G yang mahal itu jarang kepakai. Dari situ saya belajar, tugas saya bukan cuma pasang alat, tapi juga edukasi klien biar pilihannya masuk akal. Kalau mayoritas HP di kantor masih pakai 4G, mending mulai dari repeater 4G dulu. Nanti kalau coverage 5G udah merata dan semua perangkat support, baru upgrade. Itu jauh lebih realistis.


Tips Praktis Sebelum Beli Penguat Sinyal

  1. Cek coverage operator di lokasi. Kalau tower 5G belum ada di sekitar, jangan buru-buru pasang repeater 5G.

  2. Sesuaikan dengan pengguna. Kalau 80% orang di kantor masih pakai HP 4G, jelas repeater 4G lebih berguna.

  3. Hitung kebutuhan, bukan gengsi. Kalau kerjaan cuma butuh meeting online, email, dan akses cloud standar, 4G sudah cukup banget.

  4. Perhatikan lokasi pemasangan. Basement atau gudang lebih cocok 4G karena daya tembus sinyalnya lebih kuat.

  5. Pilih perangkat fleksibel. Ada repeater yang bisa di-upgrade modulnya ke 5G. Jadi besok-besok nggak perlu beli baru lagi.


Jadi, Mana yang Lebih Cocok?

Kalau bicara “mana yang lebih baik,” jujur nggak ada jawaban absolut. Semua balik lagi ke kebutuhan:

  • Kalau kamu ada di daerah yang tower 5G belum jelas: Penguat sinyal 4G jauh lebih masuk akal.

  • Kalau di area perkotaan dengan coverage 5G stabil dan semua pakai HP terbaru: Penguat sinyal 5G bisa jadi investasi jangka panjang.


Penutup

Buat saya pribadi, pelajaran terbesar dari semua pengalaman ini adalah: teknologi itu soal kecocokan, bukan sekadar siapa yang paling baru. Jangan sampai kita beli perangkat mahal, tapi akhirnya cuma jadi pajangan.

Saran saya sederhana aja 👉 mulai dari 4G, lalu upgrade ke 5G kalau memang sudah waktunya.
Dengan cara itu, budget lebih aman, sinyal tetap stabil, dan perangkat yang kita pakai benar-benar bermanfaat.


FAQ

1. Apakah penguat sinyal 5G bisa dipakai untuk 4G juga?
Tergantung perangkatnya. Ada penguat sinyal yang hanya khusus 5G, ada juga yang hybrid (4G+5G). Kalau kebutuhan masih dominan 4G, lebih aman pilih yang mendukung keduanya.

2. Apakah penguat sinyal 4G masih relevan di era 5G?
Sangat relevan. Coverage 4G di Indonesia masih jauh lebih luas dibanding 5G. Untuk kebanyakan rumah, kantor, atau lokasi terpencil, 4G masih jadi pilihan utama.

3. Kenapa sinyal 5G lebih gampang hilang di dalam ruangan?
Karena frekuensi 5G lebih tinggi, sehingga daya tembus dinding atau beton jadi lebih lemah dibanding 4G. Itu sebabnya sinyal 5G sering drop di basement atau gedung bertembok tebal.

4. Mana yang lebih hemat biaya, penguat sinyal 4G atau 5G?
Penguat sinyal 4G jelas lebih murah, baik dari segi harga perangkat maupun pemasangan. Penguat 5G masih mahal karena teknologinya baru dan cakupannya terbatas.

5. Kapan waktu yang tepat untuk upgrade ke penguat sinyal 5G?
Kalau operator di area kamu sudah punya BTS 5G yang stabil, mayoritas perangkat sudah support 5G, dan ada kebutuhan internet super cepat (misalnya video streaming berkualitas tinggi atau IoT skala besar), barulah masuk akal untuk upgrade.

 


Konsultasi Gratis Pemasangan & Pemeliharaan Penguat Sinyal Hp

Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan jasa pasang penguat sinyal hp dari Penguat Sinyal Hp atau mendapatkan layanan pemeliharaan, maka jangan ragu untuk menghubungi kontak layanan kami melalui:

Email : dedi@picotel.co.id

WA/Telp. : 0822-1330-8180

Melalui kontak layanan tersebut, Anda dapat melakukan konsultasi secara GRATIS dengan tim teknisi kami. Sehingga, pemasangan penguat sinyal hp dapat sesuai dengan permintaan dan spesifikasi yang Anda inginkan. Selain itu, kami juga memberikan layanan GARANSI selama 1 tahun dan berlaku setelah penguat sinyal hp terpasang, kecuali saat kondisi force majeure. Kami juga menjamin pengerjaan pemasangan penguat sinyal hp akan berlangsung dengan akurat dan tepat waktu sesuai kesepakatan.

penguat sinyal hp
penguat sinyal hp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *